selaksa makna

seperti kata-kata, hidup memiliki ribuan makna di baliknya..

rinduku dinyanyikan di laut utara

Suaranya sangat lelaki, memanjang dan mendayu..

permulaan yang sendu namun gemericik bening logam-logam di belakangnya membuatnya syahdu bersemangat ..

dalam temaram pascasenja di kamar kerja bertirai ganda, dimana salah satu tirainya setengah tertutup mengantarkan lampu-lampu kota jalanan nun di sana menerobos masuk mendorong cahaya redup lampu baca di sudut meja semakin menyudut, Kurt Elling melantunkan suaranya yang sangat lelaki.. dari netherlands worldwide radio..

suara logam-logam bening berdenting semakin rancak.. lalu piano.. lalu entah apa nama suara yang berdentam-dentam tipis di belakangnya..

begitu banyak nada, begitu banyak cengkok suara, begitu berwarna irama, namun semua padu dalam satu harmoni, yang kata Joss Wibisono, penyiarnya, ini penyanyi lagu dari jazz laut utara..[1]

semua yang padu adalah satu harmoni; semua harmoni tercipta dari sejuta warna.

Lagu Kurt Elling yang entah apa judulnya,[2] mengaduk pekatnya aroma senja, temaram cahaya, dan lampu-lampu nun di jalanan sana, menjadi secangkir rindu pada Kimi.. si kecil yang oleh-Nya dititipkan pada kami..

Secangkir rindu itu seperti cahaya matahari beberapa jam tadi, cahaya putih yang menerobos jendela kaca[3] dan membiaskan warna-warni pelangi..

Andai secangkir rindu kaubiaskan pada jendela hatimu, akan hadir semburat warna-warni beragam alasan untuk rindu, alasan untuk pulang, alasan untuk hadir di sampingnya, alasan untuk tidak merasa capek, alasan untuk selalu tersenyum, alasan untuk bersetia pada cita-cita, dan sejuta bias lain yang tak akan pernah bisa dihitung satu demi satu..

Ah, Kurt, Bob, atau siapapun namamu yang senyatanya memang tak pernah kita bertemu, suaramu yang sangat lelaki dan mendayu merdu mengingatkanku bahwa tak tabu untuk merasa rindu.. dan menunaikan rindu tak pernah bisa dihalangi oleh apapun.. terutama jika rindu itu untuk anakmu, keluargamu, dan semua sosok yang mengisi relung-relung hatimu..

Aku akan pulang, membawa rinduku yang terbungkus waktu, menjadi bantal terindah bagi tidur anakku..

 [25082010:senjadimedanmerdekabaratsaatmatahariturunsepenggalah]


[1] pengetahuan tentang jazz laut utara, jazz laut selatan, java jazz, dan beragam jazz yang lain, bukanlah hal yang ramah denganku. Kalo kau sempat main ke kantorku di medan merdeka barat, tanyalah pada yohana citra, dialah ahlinya music jazz dan semua yang tentang netherlands..

[2] ibid. bertanyalah pada Yohana.

[3] jangan mendebat tentang apakah jendela kacaku terbuat dari prisma segitiga; mohon terima sajalah.

Single Post Navigation

3 thoughts on “rinduku dinyanyikan di laut utara

  1. lama sekali ga mampir di rumah Ayah yang ini… *nyaris lupa*
    mampir kesini selalu menghadirkan perasaan lain, Yah… Mmmm… masih seperti Ayah yang dulu :)

  2. Salut, Mas.
    Segera release buku dong.

  3. suwun mas Hanung, mohon didoakan..:)
    btw lama sekali dirimu menghilang..:D

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: