selaksa makna

seperti kata-kata, hidup memiliki ribuan makna di baliknya..

Ayah Pernah?

Kelak, waktu akan membawa anak-anak kita bertumbuh dan menjadi pintar.

Saat waktu itu tiba, pada suatu keriangan senja, mungkin sambil membawa Bobo, anak kita menghampiri dan memaksa Ayahnya memalingkan mata sejenak dari lembar-lembar koran di tangannya. “Ayah ayah, kolupsi itu apa to? Apa Ayah pelnah kolupsi?,”

Uhh, pertanyaan yang mengagetkan. Apalagi, sentuhan aksentuasi cedalnya memberikan dimensi yang mengiris hati.

Bisa jadi pertanyaan itu muncul dari kemurnian dan kedalaman rasa ingin tahu seorang anak.

Sementara kita masih ngungun, tenggelam dalam kekagetan, entah akan menjawab apa, dia, si kecil yang sangat kita kasihi membuka mulutnya, “Ayah, nespostime itu apa? kolusi itu apa? Ayah pernah ikut?” Mungkin dipikirnya nepotisme itu semacam darmawisata seperti yang sering diadakan taman kanak-kanaknya..

Kekagetan-kekagetan kecil itu berkumpul menjadi gempa lokal yang memukul keras-keras gendang telinga kita. Seketika semua memori muncul kembali, tentang hal-hal yang telah atau tidak kita lakukan.

Mata bening itu memandang, menantikan jawaban.

Kemudian, tiba-tiba adzan Maghrib berkumandang, membuat mata bening itu beranjak berlari menuju Bunda-nya, “Bunda Bunda, mana salung Adek.. Ayah, ayo ke mesjid..”

Fiuhh, adzan Maghrib itu membuyarkan kegagapanku; menyadarkan bahwa aku -seorang Ayah- tidak pernah mempersiapkan jawaban untuk pertanyaan anakku, meskipun ribuan adzan Maghrib telah datang dan memperingatkan..

–sisibaratmonas, 23des09–

Single Post Navigation

2 thoughts on “Ayah Pernah?

  1. Anak sekarang memang cerdas ya Pak? Btw kenapa pilihannya adzan maghrib? :-D

  2. Amin, semoga Mbak..:)
    Sepertinya Maghrib menjadi wilayah yang tepat untuk merefleksi -mengulang dan menilai- tindakan (dan kejahatan?) yang telah kita lakukan sepanjang terjaga dari pagi sampai sore.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: