selaksa makna

seperti kata-kata, hidup memiliki ribuan makna di baliknya..

Skenario

Skenario

 

Sejak kasus “cicak vs buaya” muncul, ramai-ramai orang menggunakan istilah skenario. Penonton bilang ada skenario; pengamat bilang ada indikasi skenario; pembela bilang ada dugaan kuat skenario; pihak yang terancam bilang ini pasti skenario.

Penonton yang lain bingung, jika semua yang bersuara dianggap benar berskenario, lalu jalinan cerita mana yang bukan skenario alias yang asli seasli-aslinya? Bukankah semua skenario yang dituturkan diklaim memiliki landasan fakta?

Pada dasarnya semua jalinan cerita (yang cetak birunya disebut skenario) harus terdiri dari fakta-fakta. Tetapi selalu muncul kemungkinan bahwa, meskipun fakta-fakta yang menjadi landasan sama namun jalinan cerita yang akan dihasilkan berbeda; tergantung pada kronologis dan bagaimana fakta itu dinilai oleh masing-masing kita.

Kronologis, karena berkaitan dengan dimensi waktu, tentu tidak bisa diubah oleh manusia. Namun penilaian, karena murni didasarkan pada nalar, pengalaman, dan interest, menjadi sesuatu yang tidak terstandar. Artinya, penilaian antara satu dan lain orang tidak akan pernah sama; maksimal hanya mendekati sama.

Hal yang bisa menjadi rambu-rambu agar masing-masing orang memiliki penilaian yang sama, adalah kepentingan dan pengalaman. Jika kepentingan dan pengalaman kita relatif sama, maka hasil akhir penilaian kita akan relatif sama. Sebaliknya, kepentingan dan pengalaman yang berbeda membawa penilaian yang berbeda pula, bahkan bertolak belakang.

Perihal kepentingan inilah yang harus diwaspadai manakala kita dihadapkan pada sesuatu yang bernama skenario.

Eyang Jean Baudrillard pernah mewejangkan dua konsep berkait fakta (asli) dan fakta (imitasi). Menurut perenungannya, kurang lebih, fakta yang asli adalah fakta yang dilandaskan pada hal-hal yang benar-benar kita alami dalam keseharian. Vis a vis, fakta imitasi tentu saja fakta yang dilandaskan pada hal-hal yang tidak benar-benar kita alami dalam keseharian. Fakta yang terakhir ini disebut oleh Eyang Baudrillard sebagai simulasi.

Selanjutnya, fakta-fakta imitasi atau tiruan alias simulasi akan menghasilkan jalinan cerita yang seolah nyata namun ternyata bohong belaka. Kembali kepada Eyang Baudrillard, dia menyebut jalinan cerita (atau dunia) abal-abal ini sebagai simulacra, sebuah dunia yang dilandaskan pada jalinan (realitas) simulasi. Ada yang menyebutnya hiperrealitas; kenyataan yang berada di atas atau di luar kenyataan sesungguhnya.

Sambil merenungi kejatuhan kita ke dalam kondisi hiperrealitas, mari kita saling menjelaskan apakah kenyataan yang kita ketahui di jalanan, di rumah, di tempat kerja, dan dimanapun, adalah kenyataan yang sesungguhnya atau semata yang hiper?

 

[sisi barat monumen nasional, 12 november 2009]

Single Post Navigation

2 thoughts on “Skenario

  1. berat mas, kalau menyimak pemberitaan hampir tiap hari dan tiap kali sairan berita ini. apalagi bila ia berujud ‘skenario’, yang ‘simulacra’ dan ‘hyperrealitas’. wah-wah. ketinggian buat kita.

    tetapi yang menarik dari semua itu tetap, ‘sisi barat monumen nasional’ tempat posting ini dibuat (?). kalimat itu mengandung magi.

    salam blogger,
    masmpep.wordpress.com

  2. masmpep,

    kegundahan terhadap skenario-skenario yang diperdengarkan memuncak saat saya mendengarnya, bukan dari jalanan bersama teman-teman yang lain, tetapi dari salah satu gedung di “sisi barat monumen nasional”.

    memprihatinkan,
    saat mengetahui selalu ada skenario-skenario lain di luaran skenario-skenario yang sedang saling dipertukarkan..

    salam,

    mardian.wordpress.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: