Pahlawan
Malam ini, sambil menimang-nimang Kimi, anakku yang belum mau bobo’, aku melamunkan esok. Ya, esok pagi, seperti pagi-pagi 10 November sebelumnya, semua sekolah, instansi pemerintah, militer, dan kepolisian, mengadakan upacara bendera memperingati Hari Pahlawan. Pemilihan tanggal itu terinspirasi dan didedikasikan kepada perlawanan rakyat dan militer Indonesia melawan pasukan pendudukan Belanda pada 10 November 1945 lampau [...]
Arsip untuk ‘refleksi’ Kategori
Pahlawan
Diposkan dalam Sastra, gumam, refleksi pada 10 November, 2009 | Leave a Comment »
Maaf
Diposkan dalam Sastra, refleksi pada 24 September, 2009 | Leave a Comment »
Sore kemarin beduk bergetar-getar, bertalu-talu, membahana, seketika setelah lembayung senja hadir mengabarkan ikhwal kemenangan. Yap, Idul Fitri hadir melepas senja; melepas Ramadhan yang dengan setia berusaha selalu dipungkasinya.
Lalu..,
Semalaman parau suara-suara melantunkan bait-bait takbir. Bersahut memanggil nama sang Maha Segala. Gendang besar, gendang kecil, drum minyak, kaleng susu, kaleng khong guan, kaleng tango, galon aqua, galon [...]
Mata
Diposkan dalam refleksi pada 28 Mei, 2008 | 3 Komentar »
Mata
Sudah hampir empat jam duduk menatap pendar-pendar monitor laptop tanpa tahu apa yang bisa dilakukan. Belasan paragraf pembuka sudah dituliskan, tapi semua sama, diakhiri dengan dua sentuhan tergesa-gesa: ctrl A dan tuts Del.
Semua paragraf pembuka yang kutuliskan tak benar-benar mampu membuka rasa hati yang ingin kutumpahkan. Lalu apa yang bisa dilakukan?
Memandang foto di atas meja, [...]
Radio
Diposkan dalam refleksi pada 28 Mei, 2008 | Leave a Comment »
Radio[1]
Jauh di masa kanak-kanak, kusangka suara-suara yang berasal dari radio diucapkan oleh orang-orang yang ada di dalamnya. Kusangka, jika kuintip ke dalam kotak berjuluk radio itu akan kulihat sederetan musisi yang siaga dengan peralatan musiknya; beberapa pria dan wanita berbaju batik dengan naskah berita di tangan; sementara di ruangan yang lain –dalam kotak yang sama– [...]
Nandur Angen-Angen (2)
Diposkan dalam refleksi pada 28 Mei, 2008 | 1 Komentar »
Nandur Angen-Angen (2)
Monyet kecil itu menggigit jambu hutan oleh-oleh ngarit[1] mbah Marto. Namanya Yoyok. Dan gak ada yang cukup peduli ilham darimana bersarang di benak sang pemberi nama hingga memilih nama yang sebenarnya lazim untuk manusia. Toh memberi nama monyet kan gak perlu ijin kantor catatan sipil, hehe..
Bersila ala monyet, (lha memang monyet kok!), dia [...]
Nandur Angen-Angen
Diposkan dalam refleksi pada 28 Mei, 2008 | Leave a Comment »
Nandur Angen-Angen[1]
Pagi ini gerimis menyapa Jakarta. Jalanan jadi becek, tapi lumayanlah, setidaknya debu dan asap pekat sedikit berkurang. Dalam rinai gerimis itu ingatanku melayang pada sosok yang kutemui sekitar tiga tahun yang lalu di sebuah desa ujung selatan Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Mbah Marto, demikian tetangga-tetangganya biasa menyapa. Posturnya tak istimewa, sama dengan kebanyakan [...]