Skenario
Sejak kasus “cicak vs buaya” muncul, ramai-ramai orang menggunakan istilah skenario. Penonton bilang ada skenario; pengamat bilang ada indikasi skenario; pembela bilang ada dugaan kuat skenario; pihak yang terancam bilang ini pasti skenario.
Penonton yang lain bingung, jika semua yang bersuara dianggap benar berskenario, lalu jalinan cerita mana yang bukan skenario alias yang asli seasli-aslinya? Bukankah [...]
Arsip untuk ‘gumam’ Kategori
Skenario
Diposkan dalam Sastra, gumam pada 12 November, 2009 | 2 Komentar »
Pahlawan
Diposkan dalam Sastra, gumam, refleksi pada 10 November, 2009 | Leave a Comment »
Pahlawan
Malam ini, sambil menimang-nimang Kimi, anakku yang belum mau bobo’, aku melamunkan esok. Ya, esok pagi, seperti pagi-pagi 10 November sebelumnya, semua sekolah, instansi pemerintah, militer, dan kepolisian, mengadakan upacara bendera memperingati Hari Pahlawan. Pemilihan tanggal itu terinspirasi dan didedikasikan kepada perlawanan rakyat dan militer Indonesia melawan pasukan pendudukan Belanda pada 10 November 1945 lampau [...]
Maka Aku..
Diposkan dalam Sastra, gumam pada 12 September, 2008 | 3 Komentar »
Maka Aku..*
bukan seluruh keindahan dunia kulihat,
saat memandang kedalaman matamu..
bukan pula nyanyian merdu embun-embun fajar,
suaramu yang mengalun di telingaku..
tak selalu pula damai dan terasa tenang,
berada di sisi dan memilikimu;
kadang nervous, speechless
bisa jadi cemburu dan was-was
pontang-panting membaca keinginanmu..
tetapi justru;
karena kau tetaplah senaif aku,
bukan dewi yang serba sempurna,
maka aku mencintaimu..
mei 2005
*ditulis ulang untuk DMS
Cinta yang Mengherankan
Diposkan dalam gumam pada 10 Juni, 2008 | 5 Komentar »
Cinta yang Mengherankan
aku heran, kenapa bintang
tak juga habis bersinar?
untuk bumi
aku heran kenapa ombak,
selalu punya kekuatan kembali,
kepada pantai..
aku heran kenapa senja temaram,
hadir tanpa bosan,
merengkuh mentari pulang terhuyung..
aku heran pada bianglala,
semburat setia,
usai hujan mereda..
aku heran pula pada embun,
begitu jernih senantiasa menitik,
dampingi fajar menggurat pagi..
aku heran,
pada kesenantiasaan dan kesalingsetiaan,
seolah cinta hanya milik mereka..
aku heran pada cinta,
selalu saja hadir,
bahkan [...]
Rumah Sudut Gang
Diposkan dalam gumam pada 28 Mei, 2008 | Leave a Comment »
Rumah Sudut Gang
kubuka lembar-lembar catatan lama, terpetik tanpa sengaja di dalamnya, sebuah sketsa rumah di sudut gang.
rumah mungil dengan jendela kaca berbingkai kusen coklat tua. dia tersuruk begitu saja di samping pos keamanan yang kosong, atau mungkin bekas warung makan yang ditinggal pemiliknya entah kemana.
rumah itu tak ramai, namun kuyakin reriungan di dalamnya begitu hangat.
suami, [...]
Kau Curi Kembali
Diposkan dalam gumam pada 10 Januari, 2006 | 1 Komentar »
Kau Curi Kembali
jika kulihat semua lembar foto,
dimana wajahmu terpampang disitu..
kurasa aku akan gila lagi!
hati yang konon, kataku,
telah tersegel rapat terkunci
senyatanya masih bisa,
kembali kau curi!
januari 2006
Maka Aku..
Diposkan dalam gumam pada 10 Mei, 2005 | Leave a Comment »
Maka Aku..
bukan seluruh keindahan dunia kulihat,
saat memandang kedalaman matamu..
bukan pula nyanyian merdu embun-embun fajar,
suaramu yang mengalun di telingaku..
tak selalu pula damai dan terasa tenang,
berada di sisi dan memilikimu;
kadang nervous, speechless
bisa jadi cemburu dan was-was
pontang-panting membaca keinginanmu..
tetapi justru;
karena kau tetaplah senaif aku,
bukan dewi yang serba sempurna,
maka aku mencintaimu..
mei 2005
Alhamdulillah
Diposkan dalam gumam pada 10 Januari, 2005 | Leave a Comment »
Alhamdulillah
alhamdulillah,
Kau ijinkan aku tinggal di hatinya,
seperti Kau ijinkan dia tinggal di hatiku..
januari 2005
“…”
Diposkan dalam gumam pada 10 November, 2004 | Leave a Comment »
“…”
apa yang bisa kusampaikan,
jika sampai bergulirnya tengah malam,
tak jua mata terpejam dari mengingatmu..
november 2004