Sajak Apel Bendera
Sajak Apel Bendera
aku berkayuh laju,
pada awal pagi,
bersama karibku,
bahkan,
saat muadzin baru saja mengucapkan bait terakhirnya..
aku berkayuh waktu,
saat di ufuk,
jingga menggores setipis benang laying-layang anakku..
aku berkayuh ragu,
bersama karibku,
saat penghormatan nanti,
harus tengadah pada (si)apa..
aku berkayuh jemu,
aku berkayuh jenu,
bersama karibku,
usai ratusan kali apel,
tetap saja sedulur-sedulurku mati,
karena lapar mengoyak ulu hati..
aku berkayuh rindu,
bersama karib kerabatku,
pada masa yang entah kapan,
pada mimpi yang entah mana,
andai kemunafikan tak lagi mendapat penghormatan,
dan rakyatku,
sedulur-sedulur mlaratku itu,
tak lagi mati karena gastritis,
honger oedem,
gizi buruk,
dan keracunan bongkrek..
Astaghfirullah!!
[120811:bks-jkt:perjalananmenujubendera]