selaksa makna

seperti kata-kata, hidup memiliki ribuan makna di baliknya..

Sajak Apel Bendera

Sajak Apel Bendera

aku berkayuh laju,

pada awal pagi,

bersama karibku,

bahkan,

saat muadzin baru saja mengucapkan bait terakhirnya..

aku berkayuh waktu,

saat di ufuk,

jingga menggores setipis benang laying-layang anakku..

aku berkayuh ragu,

bersama karibku,

saat penghormatan nanti,

harus tengadah pada (si)apa..

aku berkayuh jemu,

aku berkayuh jenu,

bersama karibku,

usai ratusan kali apel,

tetap saja sedulur-sedulurku mati,

karena lapar mengoyak ulu hati..

aku berkayuh rindu,

bersama karib kerabatku,

pada masa yang entah kapan,

pada mimpi yang entah mana,

andai kemunafikan tak lagi mendapat penghormatan,

dan rakyatku,

sedulur-sedulur mlaratku itu,

tak lagi mati karena gastritis,

honger oedem,

gizi buruk,

dan keracunan bongkrek..

Astaghfirullah!!

[120811:bks-jkt:perjalananmenujubendera]

Single Post Navigation

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.