Sore kemarin beduk bergetar-getar, bertalu-talu, membahana, seketika setelah lembayung senja hadir mengabarkan ikhwal kemenangan. Yap, Idul Fitri hadir melepas senja; melepas Ramadhan yang dengan setia berusaha selalu dipungkasinya.
Lalu..,
Semalaman parau suara-suara melantunkan bait-bait takbir. Bersahut memanggil nama sang Maha Segala. Gendang besar, gendang kecil, drum minyak, kaleng susu, kaleng khong guan, kaleng tango, galon aqua, galon [...]
Arsip untuk September, 2009
Maaf
Diposkan dalam Sastra, refleksi pada 24 September, 2009 | Leave a Comment »